Kenal Zul




    1962 Zulkifli Hasan, anak dari pasangan Hasan dan Siti Zaenab, lahir di Penengahan, Lampung Selatan pada tanggal 17 Mei.  
         
    1975 Zul kecil dibawa merantau bersama ayahnya ke Tanjungkarang dan didaftarkan untuk bersekolah di PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri).  
         
    1979 Zul berhenti dari pendidikannya di PGAN tanpa sepengetahuan orang tuanya untuk mengambil jalur pendidikan umum di SMAN Tanjungkarang. Namun, pendidikannya di SMAN Tanjungkarang hanya bertahan selama empat bulan. Zul lalu pergi merantau ke Jakarta dan bersekolah di SMAN 53 Jakarta.  
         
    1982 Zul lulus dari SMAN 53 Jakarta dengan predikat peraih nilai akhir terbaik di sekolahnya. Setelah lulus dari SMA, Zul memulai bisnis kecil-kecilan dengan menjadi pedagang peralatan rumah tangga, mengajar les, menjual minuman, hingga mencuci taksi. Usaha penjualan peralatan rumah tangganya terus ditekuni hingga Zul menjadi mahasiswa.  
         
    1996

2003
Lulus sebagai Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Krisnadwipayana (Unkris), Jakarta, Zul telah mandiri dengan membiayai sendiri perkuliahannya dari hasi usahanya membangun bisnis bersama kawannya.
Setelah mengantongi gelar sarjana, Zul mencoba bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil). Namun, karir yang diidamkan beberapa rekannya kala itu hanya bertahan selama 7 hari. Zul ingin mengembangkan minat dan bakatnya dalam dunia kepemimpinan, seperti yang diamanatkan ayahnya, sekaligus juga berpenghasilan. Ia tidak ingin menggunakan jabatan PNS untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah.
Zul akhirnya memutuskan untuk berhenti sebagai PNS dan melanjutkan bisnisnya hingga berhasil membangun beberapa perusahaan. Bisnis Zul berkembang hingga memiliki tiga perusahaan, yaitu PT. Batin Eka Perkasa, PT. Panamas Mitra Inti Lestasi, serta PT. Sarana Bina Insani.
Selain membiayai kuliah jenjang Sarjana, bisnis Zul yang semakin berkembang juga berhasil membiayai pendidikannya ke jenjang Magister Manajemen, Sekolah Tinggi Manajemen PPM, Jakarta.
 
         
    2003
Zul lulus dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta dengan mengantongi gelar Magister Manajemen. Zul kembali memperlebar sayap bisnisnya dengan menjadi Komisaris PT. Hudaya Safari Utama dan PT. Batin Eka Perkasa.
 
         
    2004

2010

Selain sibuk mengembangkan bakat kewirausahaan dan kepemimpinannya, sebagai anak yang telahir dalam keluarga petani, Zul juga berkontribusi dalam pengembangan pertanian dengan menjadi Ketua Lembaga Buruh Tani dan Nelayan PWM DKI tahun 2000-2005. Zul juga semakin memantapkan langkahnya sebagai pemimpin muda dengan ambil bagian dalam Paguyuban Masyarakat Lampung Sai dan Ikatan Pemuda Lampung di Jakarta.
Karir politik Zul telah dimulai ketika dirinya menjabat sebagai Ketua Departemen Logistik DPP PAN tahun 2000-2005. Perannya sebagai Ketua Departemen Logistik DPP PAN ini turut mengantarkannya menjadi Ketua Fraksi PAN DPR RI Periode 2004-2009 di Komisi VI yang membidangi perhubungan dan infrastruktur. Salah satu kontribusinya saat menjadi anggota DPR adalah ketika menjadi Ketua Pansus Hak Angket terkait kebijakan kenaikan harga BBM.
Karirnya di PAN terus meningkat seiring catatan karir politiknya yang baik dan bersih. Hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan untuk mengangkat Zul sebagai Sekjen DPP PAN pada 2005-2010.
Selama menjabat sebagai Sekjen DPP PAN tersebut, Zul mampu menampilkan kesan positif dari partai politik yang saat itu tengah menjadi sorotan publik karena banyaknya berita miring dari para politisi. Zul dinilai mampu menampilkan PAN sebagai partai yang membawa amanah nasional, bersih, dan positif. Hal itu membuatnya meraih Kadarman Award dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM pada 26 Juli 2007 yang mana merupakan capaian luar biasa bagi politisi saat itu karena mampu menampilkan citra positif dari politik.
 
         
    2007
Zul mendapatkan penghargaan Kadarman Award dari Sekolah Tinggi Manajemen PPM Jakarta.
 
         
    2009
Pada tahun 2009, Zul terpilih menjadi Menteri Kehutanan RI periode 2009-2014. Selama menjabat sebagai Menteri Kehutanan, Zul berhasil membawa Kementerian Kehutanan menjadi institusi yang produktif melalui berbagai program, seperti pemudahan prosedur Kebun Bibit Rakyat (KBR), Hutan Edukasi yang melibatkan pelajar dan mahasiswa, moratorium izin pemanfaatan hutan, serta pengelolaan daerah aliran sungai. Selama menjadi Menteri Kehutanan, Zul juga meraih berbagai penghargaan, di antaranya yaitu sebagai Tokoh Perubahan Republika 2010, Gelar Doktor Honoris Causa di bidang Administrasi Publik dari Sejong University (Seoul, Korea), Doktor Kehormatan Bidang Manajemen Sumber Daya Manusia, Bhumandala Award karena berhasil mengimplementasikan informasi geospasial kehutananan, Lifetime Achievement Award dari La Trofi karena mengeluarkan kebijakan pro lingkungan dan pro rakyat, Tiger Champion Award dari Panthera karena usahanya dalam pelestarian harimau di Sumatera, serta Bintang Jasa Mahaputra Adipradana dari Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu, Zul bersama adiknya, Zainuddin Hasan, juga mendirikan Yayasan Pendidikan Insan Cendekia Indonesia (YPICI) yang menaungi SMA Kebangsaan Lampung Selatan, sekolah unggul dalam bidang akademik, kepribadian, akhlak mulia, karakter, dan wawasan kebangsaan yang kuat bagi siswa terpilih tanpa berbiaya pendidikan.
 
         
    2011
Zul mendapatkan gelar Adok Pangeran Cagar Buana dan istrinya, Soraya, medapatkan gelar Ratu Ayu Kesuma dari Majelis Penyimbang Adat Lampung (MPAL) atas jasa-jasanya dalam mengharumkan tanah kelahirannya, Lampung.
 
         
    2012
Zul mendapatkan penghargaan Lencana Melati dari Presiden RI atas jasanya dalam pelestarian lingkungan hidup selama menjabat sebagai Menteri Kehutanan. Lencana Melati merupakan lencana jasa yang diberikan sebagai tanda penghargaan kepada anggota dewasa di dalam dan di luar Gerakan Pramuka yang dianggap memiliki jasa dan pengabdian yang luar biasa bagi kepentingan Gerakan Pramuka.
 
         
    2014

sekarang  
Kontribusinya dalam mengembangkan potensi kewirausahaan pemuda melalui pemberian modal usaha dan pelatihan kewirausahaan dalam program MAPAN (Maju Bersama PAN), serta kinerjanya yang gemilang sebagai Menteri Kehutanan, menunjukkan komitmen tinggi Zul terhadap kepemimpinan bangsa yang baik dan bersih.

Di tengah kemelut kepentingan antar Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH), Zul terpilih menjadi Ketua MPR RI 2014-2019 berdasarkan paket yang diajukan oleh KMP, dengan didampingi empat wakil ketua, yaitu Mahyudin (Fraksi Partai Golkar), E. E. Mangindaan (Fraksi Partai Demokrat), Hidayat Nur Wahid (Fraksi PKS), dan Oesman Sapta Odang (Dewan Perwakilan Daerah).
Zul dianggap mampu menjadi Ketua MPR RI dikarenakan karakternya yag reformis, pluralis, dan dapat menjadi pemersatu berbagai golongan. Hal ini dibuktikan melalui kiprahnya yang telah membantu memediasi konflik SARA saat pengangkatan Basuki Tjahaja Purnama sebagai Gubernur DKI, serta mempersatukan aspirasi kedua Kubu di parlemen.
Link video pemilihan Zul sbg Ketua MPR : https://www.youtube.com/watch?v=ll-C9ilSo1w