Perjuangan Zul

persatua

Politik kebangsaan: jalan menuju persatuan Indonesia.

Persatuan Di Atas Perbedaan

Persatuan berarti gabungan, ikatan, kumpulan yang menjadi satu dan utuh, tidak terpecah. Sedangkan Persatuan Indonesia berarti menjadi bangsa Indonesia seutuhnya. Untuk mewujudkan persatuan kita harus menanggalkan individualisme dan mengesampingkan kepentingan pribadi. Kepentingan bangsa yang lebih besar perlu diutamakan untuk mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa, yaitu Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.

Persatuan tidak menuntut keseragaman karena seyogyanya ia dibangun di atas perbedaan. Keragaman, alih-alih keseragaman, menjadi bumbu penyedap yang memperka

ya rasa persatuan yang ada dalam tiap diri bangsa Indonesia. Toleransi, tenggang rasa, serta semangat gotong royong yang telah menjadi ciri khas bangsa Indonesia di mata dunia adalah beberapa contoh upaya pemersatu tubuh bangsa. Tanpa adanya semangat tersebut, bangsa Indonesia tidak akan mengenal arti persatuan karena terus berkutat dalam kubangan pembedaan.

Pada masa perjuangan kemerde

kaan, kata “Persatuan Indonesia“ menjadi sumber semangat, motivasi dan penggerak perjuangan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan. Budi Utomo pada tahun 1908, dilanjutkan dengan Sumpah Pemuda 1928 menjadi bukti semangat persatuan bangsa Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan. Perasaan senasib dibawah panji kolonialisme, mendorong keinginan rakyat Indonesia untuk memerdekakan diri. Semangat dan perjuangan itu terjawab dengan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Setelah merdeka bukan berarti semangat persatuan tidak lagi perlu. Kini, persatuan tetap diperlukan untuk mempertahan dan mengokohkan NKRI serta untuk menwujudkan cita-cita dan tujuan bangsa Indonesia.

Mengapa Penting untuk Bersatu

Persatuan Indonesia ialah persatuan dalam keberagaman bukan kesegaraman. Semangat persatuan sangat penting untuk menjaga keutuhan wilayah Indonesia yang membentang dari Sabang sampai Merauke dan dari Miangas sampai pulau Rote dengan puluhan ribu pulau yang memisahkan, Dengan bermacam suku bangsa, beragam agama, dan berbagai bahasa dan kebudayaan daerah memiliki potensi konflik yang sangat besar yang dimiliki Indonesia dapat dicegah dengan jiwa persatuan yang harus dimiliki bangsa Indonesia. Persatuan menjadi modal utama untuk tetap mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Semangat persatuan juga diperlukan untuk menjalankan agenda reformasi yang belum selesai. Sebagai bangsa Indonesia, kita harus saling bahu membahu untuk mewujudkan cita-cita reformasi dan cita-cita bangsa pada umumnya. Selain itu dengan adanya persatuan, negara Indonesia dapat menghadapi tantangan pembangunan dan perkembangan zaman.

Denga semangat persatuan kita akan memperkenalkan diri kita sebagai bangsa Indonesia. Bangsa yang bergotong-royong, bahu-membahu, saling menolong sesama masyarakat Indonesia. Bergandeng tangan untuk memajukan perekonomian, memberantas kemiskinan, dan meningkatkan potensi bangsa.

 

Persatuan yang Saya Coba Bangun

Partai politik seharusnya menjalankan politik kebangsaan bukan politik praktis. Melalui politik kebangsaan akan terwujud persatuan bangsa. Pada umumnya partai politik masih menjalankan politik praktis sehingga dapat dengan mudah terpecah belah. Kepentingan golongan diutamakan sehingga mengacuhkan kepentingan masyarakat yang lebih besar. Kasus terpecahnya golongan menjadi KIH (Koalisi Indonesia Hebat) dan KMP (Koalisi Merah Putih) adalah contohnya. MPR untuk bisa mengayomi berbagai kelompok dan menyatukan mereka sebagai bagian dari politik kebangsaan. Untuk itu sebagai ketua MPR saya berperan untuk turut menjadi mediator islah kedua kubu. Prinsipnya, (islah) KIH dan KMP adalah musyawarah mufakat, saling hormat menghormati, saling menghargai. KIH tentu nanti berada di seluruh AKD, di semua (posisi) ada. Seharusnya tidak ada lagi perpecahan golongan seperti itu nantinya. Sebagai wakil rakyat tugas kita adalah untuk mengutamakan kepentingan masyarakat bukan kepentingan golongan,

Mewujudkan persatuan memang tidak mudah, perlu toleransi dan mengesampingkan ego. Perhelatan pemilu presiden sudah selesai, saatnya menerima hasilnya dengan lapang dada. Sportifitas harus tetap dijunjung. Saya merasa perlu untuk merangkul berbagai pihak yang telah berperang dalam pesta demokrasi pemilihan presiden kemarin. Bersama pimpinan MPR lainnya saya memastikan bahwa semua tokoh termasuk para pemimpin partai diundang dalam pelantikan presiden. Alhamdulillah, sebagian besar bersedia untuk hadir. Pelantikan presiden 20 Oktober ini sekaligus menjadi momentum rekonsiliasi politik nasional.

 

Bersatu Kita Teguh!

Persatuan menjadi modal penting untuk menjaga keutuhan NKRI. Kita bisa memulai menanamkan persatuan dari hal-hal kecil. Seperti menghargai perbedaan dan menerima kemajemukan, Dengan menanamkan semnagat persatuan kita akan menjadi bangsa yang kokoh dan tidak terpecah belah. Persatuan menjadi salah satu jalan mencegah konflik di masyarakat. Toleransi dan persatuan merupakan suatu keharusan bagi pembangunan manusia dan sosial!