Zulkifli Hasan : Kekayaan Alam Rawan Dirampok

Jakarta – Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, mengingatkan seluruh elemen masyarakat untuk tidak mau diaudu domba. Serta tidak meributkan hal-hal sepele. Pasalnya hal itu selain dapat menguras energi, juga akan berdampak lainnya.”Kita masih ribut yang tidak perlu.Yang beda jangan disamakan. Harus saling menghormati. Yang sama jangan dibeda-bedakan. Kita ribut,  memang ada yang suruh. Dengan maksud  kekayaan alam dapat mudah dirampok,” ujar Zulkifli,  dalam acara Reuni Akbar Ikatan Keluarga  Pondok Pensantren Darussalam, Lampung, Minggu kemarin (9/7). “Kita disuruh ribut. Kemudian mereka yang menyuruh dan ada yang memanfaatkan untuk mengambil   tanah-tanah. Dan juga gunung,” imbuhnya.

Lebih lanjut pria yang akrab disapa Zulhas itu mengatakan, negara bisa maju harus memperhatikan sejumlah hal. Yang pertama ilmu. “Negara kalau mau maju, pendidikan harus diperhatikan. Oleh karena itu orang Islam jangan mau dibodoh-bodohin. Karena itu mesti pinter. Harus punya ilmu. Kalau tidak punya ilmu, mudah diadu domba. Seperti Belanda, yang melakukan adu domba, saat zaman penjajahan,” ujarnya.

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PAN menambahkan, setelah punya ilmu, harus punya nilai-nilai.”Ini saya denger pelajaran agama mau dihapus. Inikan tidak benar.Sekarang ini, semua dinilai dengan uang. Orang dibilang hebat, kalau kaya. Punya mobil empat. Padahal hasil nyolong. Namun kalau ada orang yang berilmu dan ahlaknya baik, kalau tidak kaya, tidak dianggap.  Semua dinilai dengan uang,” jelas Zulhas.

Menurutnya, saat ini hampir semua sektor dinilai dengan uang. Termasuk  untuk memilih calon dewan dan bupati. Bahkan memilih Partai politik, juga karena uang. “Kalau semua dinilai dengan uang, rusak kita,” ujarnya.

Lebih lanjut Zulhas mengatakan, perkembangan politik saat ini tarung bebas. Politik transaksional juga mewarnai. Adapun jika ada pemberian sembako atau uang, terima saja. Tapi warga jangan hutang budi. “Kita beruntung dengan adanya demokrasi. Hak suara kita sama, orang kaya atau konglemarat dengan orang miskin sama. Hak suaranya satu. Itu harus digunakan sebaik-baiknya.Yang berkuasa dan berdaulat rakyat. Semuanya itu kata Bung Hatta, akan berguna kalau rakyat itu sadar akan haknya. Kalau itu dilakukan Insya Allah, Indonesia akan maju dan sejahtera. Tapi kalau kita tidak sadar akan haknya, akan muncul politik transaksional. Politik pencitraan,” jelas Zulhas. “Jadi gunakan hak suara itu sebaik-baiknya. Jangan karena dipengaruhi uang atau sembako,” imbuhnya.

Sebab mereka yang terpilih karena politik uang, akan melakukan  politik transaksional. Proyek-proyek diberikan ke cukong, supaya balik modal. Tidak lagi memikirkan bagaimana nasib rakyat. “Kita ada hari ini, karena jasa para pahlawan. Kalau hari ini kita tidak berubah, kata Bung Karno, maka kita akan jadi kuli di negeri sendiri.  Karena itu, kita harus meletakan dasar-dasar, supaya generasi penerus kita tidak jadi kuli,” tegas Zulhas.

Menurutnya, saat ini petani  banyak yang jadi buruh tani. Sebab tanahnya bukan milik mereka. Karena tanah sudah dijual. “Karena itu kita harus pintar. Anak disekolahkan. Walaupun hidup susah, harus di sekolahkan. Anak-anak wajib sekolah. Warisan kepada anak-anak itu ilmu,” pungkasnya. 

sumber: http://nasional.indopos.co.id/read/2017/07/10/103695/Zulkifli-Hasan-Kekayaan-Alam-Rawan-Dirampok